
HUMAS IAIN Sorong — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di pelataran IAIN Sorong. Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh unsur warga kampus, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak hanya berkaitan dengan sejarah perjalanan bangsa, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober sebagai bagian dari upaya mengenang perjalanan sejarah bangsa, khususnya peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang kemudian dikenal dengan G30S/PKI. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Indonesia yang berkaitan dengan upaya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Peringatan ini kemudian menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks tersebut, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan IAIN Sorong tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk memahami kembali pentingnya persatuan, toleransi, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Terlebih, Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang masyarakat yang menjadi kekayaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk dijaga.



Rektor IAIN Sorong bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk kembali memahami makna Hari Kesaktian Pancasila serta mengingat perjalanan sejarah yang melatarbelakangi peringatan tersebut. Menurutnya, sejarah bangsa perlu terus dikenang agar generasi saat ini dapat mengambil pelajaran dan memahami pentingnya menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rektor menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah kekuatan yang dapat menyatukan seluruh masyarakat apabila diletakkan dalam bingkai Pancasila. Karena itu, Pancasila harus senantiasa ditempatkan sebagai landasan dalam kehidupan bernegara sekaligus pedoman dalam membangun hubungan antarsesama.
“Indonesia memiliki kebudayaan dan keberagaman yang luar biasa. Namun, kita disatukan oleh Pancasila. Karena itu, makna utama Hari Kesaktian Pancasila adalah bagaimana kita menjadikan Pancasila sebagai landasan dasar dalam kehidupan bernegara,” ujar Rektor dalam amanatnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengenang perjuangan bangsa dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan negara. Peristiwa sejarah yang berkaitan dengan G30S/PKI, termasuk peristiwa di kawasan Lubang Buaya, menjadi bagian dari perjalanan bangsa yang perlu dipahami secara bijak oleh generasi penerus. Pemahaman terhadap sejarah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa persatuan dan keutuhan bangsa harus terus dijaga oleh setiap generasi.
Menurut Rektor, tantangan dalam menjaga persatuan bangsa tidak berhenti pada masa lalu. Perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan baru yang membutuhkan kesadaran bersama untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Salah satunya adalah menjaga masyarakat dari berbagai paham atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan berpotensi mengganggu keutuhan bangsa.

Karena itu, pengamalan Pancasila perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap adil, toleransi, saling menghargai, serta memberikan hak kepada setiap orang. Nilai-nilai tersebut perlu hadir dalam kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi yang menjadi ruang bertemunya berbagai latar belakang, pemikiran, dan karakter mahasiswa.
Dalam amanatnya, Rektor juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Kampus tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, akhlak, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial serta kebangsaan.
“Dalam lingkup kampus, kita menjadi indikator penting karena kampus merupakan salah satu pemasok masa depan bangsa. Kita dapat menciptakan cikal bakal penerus bangsa ke depannya,” pesan Rektor.
Menurutnya, IAIN Sorong memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan yang baik sekaligus membentuk mahasiswa yang memiliki akhlak dan karakter yang kuat. Pendidikan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Semangat tersebut sejalan dengan makna tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini. Pancasila sebagai pemersatu bangsa menjadi dasar penting dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Dalam lingkungan kampus, semangat itu dapat diwujudkan melalui kebersamaan, sikap saling menghormati, toleransi, serta kerja sama di antara seluruh warga perguruan tinggi.

Upacara yang berlangsung di pelataran IAIN Sorong tersebut menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika untuk kembali memperkuat rasa kebangsaan. Kehadiran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menunjukkan bahwa nilai-nilai persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bahwa sejarah tidak sekadar untuk dikenang, tetapi perlu dijadikan pelajaran dalam menghadapi kehidupan masa kini dan masa depan. Bagi lingkungan pendidikan tinggi, pemahaman tersebut menjadi semakin penting karena mahasiswa merupakan generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan bangsa.
Melalui momentum ini, IAIN Sorong terus mendorong seluruh civitas akademika untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam lingkungan kampus. Semangat persatuan, toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman diharapkan terus tumbuh dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat “Pancasila Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” peringatan Hari Kesaktian Pancasila di IAIN Sorong diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi menjadi pengingat bersama untuk terus merawat persatuan, memperkuat karakter generasi muda, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan Indonesia.


Pada akhirnya, menjaga Pancasila adalah menjaga rumah bersama. Dari lingkungan kampus, semangat tersebut dapat dimulai melalui hal-hal sederhana: menghargai perbedaan, membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan pendidikan yang berlandaskan ilmu dan akhlak. Dengan cara itulah, IAIN Sorong dapat terus mengambil bagian dalam menyiapkan generasi yang mampu membawa daerah dan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas