
HUMAS IAIN Sorong – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Suparto Iribaram, menilai bahwa program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi arah penting dalam mendorong pembangunan di bidang pendidikan, kehidupan keagamaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diwujudkan melalui program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pandangan tersebut berkaitan dengan capaian dua tahun pemerintahan yang dipaparkan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam konferensi pers bertajuk “2 Tahun Asta Cita, Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat” pada 19 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari perluasan akses pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan kerukunan umat beragama, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya agar kehadiran pemerintah semakin dirasakan oleh masyarakat. Program pendidikan, bantuan beasiswa, serta dukungan terhadap guru dan peserta didik menjadi beberapa langkah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.

Kebijakan Asta Cita kemudian diterjemahkan oleh Kementerian Agama melalui delapan program prioritas yang dikenal sebagai Asta Protas. Program tersebut meliputi kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi atau kepedulian terhadap lingkungan berdasarkan nilai agama, layanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji, serta digitalisasi tata kelola.
Bagi IAIN Sorong, program prioritas tersebut menjadi salah satu acuan dalam mengembangkan kampus dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Rektor Suparto Iribaram menjelaskan bahwa penerapan nilai-nilai moderasi beragama, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengembangan pendidikan yang unggul dan terintegrasi juga menjadi perhatian dalam perencanaan dan evaluasi program di lingkungan IAIN Sorong.


Upaya tersebut dilakukan melalui perencanaan kinerja institusi dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), yang menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program serta peningkatan mutu kampus. Melalui proses tersebut, berbagai kebijakan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan institusi dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Dalam konteks Papua Barat Daya, penguatan pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Dukungan beasiswa, peningkatan kualitas pembelajaran, dan pengembangan kompetensi mahasiswa menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Selain pendidikan, penguatan kerukunan dan kepedulian terhadap lingkungan juga relevan dengan kehidupan masyarakat yang beragam. Perguruan tinggi keagamaan tidak hanya berperan sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, memperkuat nilai kemanusiaan, dan mendorong mahasiswa agar peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Kementerian Agama juga memaparkan capaian dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, wakaf, dan dana sosial keagamaan. Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Capaian ini sekaligus menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperluas manfaat program pembangunan.
Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan, serta jajaran pimpinan Kementerian Agama. Kegiatan ini juga melibatkan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dan jajaran Kementerian Agama dari berbagai daerah untuk mengikuti pemaparan capaian sekaligus memahami arah kebijakan kementerian.
Melalui penerapan Asta Protas, IAIN Sorong terus berupaya menyelaraskan program pengembangan kampus dengan kebijakan Kementerian Agama. Harapannya, upaya tersebut tidak hanya memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat Papua Barat Daya. Dengan kerja sama dan evaluasi yang berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berilmu, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas