
HUMAS IAIN Sorong – Rangkaian kegiatan Penguatan Karier Dosen dan Tenaga Kependidikan yang berlangsung sejak 28 Juli resmi ditutup pada Kamis (30/7/2026) di Aula IAIN Sorong. Kegiatan yang menghadirkan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si., sebagai narasumber utama ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta melalui berbagai materi strategis tentang pengembangan karier akademik dan peningkatan profesionalisme dosen.
Dalam penyampaian materi penutupnya, Prof. Abdul Mujib mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk berbagi pengalaman serta pengetahuan kepada dosen dan tenaga kependidikan IAIN Sorong. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam meniti karier akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh kemauan yang kuat untuk terus belajar dan berkembang.
“Kemampuan yang terbatas dapat diatasi dengan kemauan yang besar,” ujarnya, memotivasi seluruh peserta agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia akademik.
Prof. Abdul Mujib menjelaskan bahwa penelitian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas seorang dosen. Menurutnya, dosen yang ingin berkembang harus menjadikan penelitian sebagai budaya akademik yang terus ditingkatkan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengulas berbagai aspek penting, mulai dari skema penelitian, pengembangan karier dosen berdasarkan regulasi terbaru, pemanfaatan SINTA sebagai instrumen pengukuran kinerja akademik, hingga pentingnya memiliki arah dan kejelasan dalam jenjang karier dosen.

Ia juga mendorong para dosen untuk tidak ragu mengajukan proposal penelitian melalui program Litapdimas. Baginya, kegagalan memperoleh pendanaan bukanlah akhir dari proses, melainkan bagian dari pembelajaran yang akan memperkuat kualitas penelitian di masa mendatang.
“Jangan pernah takut mengajukan Litapdimas. Kalaupun belum berhasil, itu adalah proses belajar untuk menjadi lebih baik,” pesannya.
Selain itu, Prof. Abdul Mujib mengajak seluruh peserta untuk memaknai pengembangan karier sebagai bagian dari ibadah. Dengan semangat tersebut, setiap tantangan diharapkan menjadi motivasi untuk terus berusaha, tetap optimistis, dan tidak mudah berkecil hati. Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga dosen dituntut menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, dan mampu mengikuti perubahan demi meningkatkan kualitas pembelajaran serta penelitian.
Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Prof. Abdul Mujib atas kesediaannya hadir dan berbagi ilmu selama kegiatan berlangsung.

Rektor berharap seluruh materi yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan profesionalisme, kualitas kinerja, serta kontribusi nyata bagi institusi, masyarakat, dan negara.
Menurutnya, tanggung jawab seorang dosen tidak hanya sebatas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memastikan mutu pendidikan yang diberikan mampu mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat meningkatkan profesionalisme dan kinerja seluruh dosen maupun tenaga kependidikan sehingga memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, dan bangsa. Tanggung jawab dosen sangat besar karena berada di garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, IAIN Sorong menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, membangun budaya akademik yang produktif, serta mendorong percepatan pengembangan karier dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas