
HUMAS IAIN Sorong – Rabu, 1 April 2026 menjadi momen penuh kehangatan bagi seluruh warga kampus IAIN Sorong. Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di lantai 2 Rektorat ini menjadi ajang berkumpul, saling menyapa, serta mempererat hubungan antar sesama civitas akademika.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor II, Muhammad Rusdi Rasyid, yang mengajak seluruh pegawai tanpa terkecuali untuk berkumpul dan mengikuti kegiatan dengan penuh kebersamaan. Suasana hangat dan kekeluargaan pun langsung terasa sejak awal kegiatan berlangsung.
Selanjutnya, Rektor IAIN Sorong dalam sambutannya menekankan pentingnya silaturahmi sebagai sarana untuk saling memaafkan. Ia menyampaikan bahwa memaafkan kesalahan orang lain memiliki nilai pahala yang sangat besar. Selain itu, silaturahmi juga membuka ruang bagi seluruh warga kampus untuk semakin dekat, menghilangkan sekat, serta membangun suasana kerja yang harmonis tanpa rasa canggung.
Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu mempererat rasa persaudaraan karena tradisi saling berkumpul dan memaafkan merupakan nilai luhur yang perlu terus dijaga. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum ini sebagai awal memperkuat kerja sama, meningkatkan kepercayaan, serta membangun sistem sosial kampus yang lebih baik. Hal tersebut penting mengingat setiap individu tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang solid.
Rektor juga mengingatkan pentingnya memahami, menghafal, serta mengimplementasikan visi dan misi IAIN Sorong dalam setiap aspek pekerjaan. Ia menegaskan bahwa visi dan misi bukan sekadar diingat, tetapi harus menjadi pedoman dalam membangun etos kerja yang profesional dan berintegritas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Sudirman selaku Wakil Rektor II yang memberikan perspektif tentang silaturahmi dan saling memaafkan dalam pandangan Islam. Ia menjelaskan bahwa memaafkan bukanlah hal yang mudah, melainkan sebuah “perjuangan batin”. Oleh karena itu, ketika seseorang mampu memaafkan kesalahan orang lain, hal tersebut merupakan kemenangan bagi dirinya sendiri.


Ia juga mengulas makna ungkapan “lahir dan batin” yang sering diucapkan saat saling memaafkan. Menurutnya, meskipun terdengar sederhana, ungkapan tersebut memiliki makna yang mendalam. Seseorang mungkin dapat dengan mudah mengucapkan maaf secara lisan, namun memaafkan dengan tulus dari hati merupakan hal yang jauh lebih berat. Ketika seseorang mampu melakukannya, maka ia dianggap telah mengikhlaskan segala hal dengan sepenuh hati.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya mengendalikan emosi dan tidak dikuasai oleh hawa nafsu. Mengambil keputusan dalam keadaan marah, menurutnya, hanya akan membawa dampak yang kurang baik. Oleh karena itu, menjaga ketenangan hati menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penutup penyampaiannya, Sudirman juga mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kebahagiaan. Ia menekankan bahwa hati yang ringan dan bahagia akan membantu seseorang menjalani aktivitas dengan lebih baik serta mampu menerima setiap keadaan dengan penuh keikhlasan.
Acara kemudian ditutup oleh Wakil Rektor II dengan harapan bahwa melalui kegiatan silaturahmi ini, seluruh warga kampus dapat kembali pada fitrah, menjadi pribadi yang lebih bersih, serta semakin mempererat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan IAIN Sorong.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan semangat kolaborasi dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan kampus.
Penulis : Zul (HUMAS)
Editor :wi/humas