
HUMAS IAIN Sorong — Perjalanan dari bangku kuliah menuju dunia kerja menjadi pengalaman membanggakan bagi Nurfatima Talaohu, salah satu alumni Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah IAIN Sorong. Baru saja menyelesaikan pendidikan dan mengikuti prosesi wisuda pada Agustus 2026, Nurfatima yang merupakan salah satu alumni angkatan pertama Prodi MPI kini telah memasuki dunia kerja sebagai Staf Tata Usaha (TU) di SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong.
Bagi Nurfatima, perjalanan selama menempuh pendidikan di Prodi MPI bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban akademik hingga memperoleh gelar. Masa perkuliahan menjadi proses untuk membangun pengetahuan, keterampilan, pengalaman sosial, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Dalam kesehariannya sebagai staf tata usaha, Nurfatima menjalankan berbagai tugas administrasi, mulai dari membuat surat, menerima surat masuk, hingga membantu mengawasi siswa ketika terdapat guru yang berhalangan hadir dan dirinya mendapat penugasan. Pekerjaan tersebut menjadi ruang baginya untuk menerapkan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani perkuliahan.
Pengalaman Nurfatima sekaligus menjadi gambaran bahwa kompetensi yang diperoleh dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan. Lulusan MPI tidak hanya memiliki bekal pengetahuan mengenai pendidikan Islam, tetapi juga mempelajari manajemen, administrasi, organisasi, sumber daya manusia, serta komunikasi yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja.
Melalui kesempatan wawancara, Tim Humas IAIN Sorong berbincang dengan Nurfatima untuk menggali pengalaman selama menjalani perkuliahan, keterkaitan ilmu MPI dengan pekerjaannya saat ini, hingga pandangannya mengenai peluang karier bagi lulusan Manajemen Pendidikan Islam. Kisahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di IAIN Sorong maupun siswa SMA/MA yang sedang menentukan pilihan program studi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Nurfatima mengaku bahwa pengalaman selama menjalani perkuliahan di Prodi Manajemen Pendidikan Islam sangat berkesan dan memberikan banyak pengalaman, baik dalam bidang akademik maupun kehidupan sosial. Selama kuliah, ia tidak hanya mendapatkan teori tentang manajemen pendidikan, tetapi juga belajar mengelola administrasi, organisasi, sumber daya manusia, serta memahami bagaimana sebuah lembaga pendidikan dapat berjalan dengan baik.
Hal yang paling berkesan baginya adalah proses belajar bersama dosen dan teman-teman, mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun organisasi, serta pengalaman menyelesaikan tugas dan penelitian hingga akhirnya dapat menyelesaikan studi dan mengikuti wisuda pada Agustus 2026. Berbagai proses tersebut mengajarkannya tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya mengatur waktu.
Memasuki dunia kerja di lingkungan sekolah membuat Nurfatima semakin merasakan keterkaitan antara ilmu yang dipelajari selama kuliah dengan pekerjaan yang dijalankannya saat ini. Menurutnya, banyak materi yang diperoleh di Prodi MPI memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan administrasi di sekolah.
“Saya sudah memiliki pemahaman mengenai administrasi pendidikan, pengelolaan data, organisasi, manajemen sumber daya manusia, pelayanan administrasi, serta bagaimana bekerja secara sistematis dan terorganisir,” jelasnya.
Ia juga merasa lebih mudah memahami alur kerja dalam sebuah lembaga pendidikan karena selama perkuliahan telah memperoleh dasar-dasar manajemen pendidikan. Tidak hanya ilmu akademik, pengalaman mengerjakan tugas, bekerja dalam kelompok, melakukan presentasi, serta berkomunikasi dengan dosen dan teman-teman turut membantunya beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Menurut Nurfatima, kemampuan administrasi, manajemen waktu, komunikasi, kerja sama, pengelolaan organisasi, serta kemampuan menyelesaikan masalah menjadi bekal yang sangat penting ketika memasuki dunia kerja. Kemampuan administrasi, misalnya, sangat berkaitan dengan tugasnya saat ini karena pekerjaan tata usaha membutuhkan ketelitian dalam mengelola dokumen dan data.
Di sisi lain, kemampuan komunikasi juga menjadi bagian penting karena seorang staf tata usaha berhubungan dengan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, maupun pihak lainnya. Menurutnya, bekerja di lembaga pendidikan membutuhkan sikap disiplin, teliti, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.
“Jadi, menurut saya, Prodi MPI tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk keterampilan yang dapat diterapkan dalam dunia kerja,” ungkapnya.
Dari pengalaman yang dijalaninya, Nurfatima juga melihat bahwa lulusan Manajemen Pendidikan Islam memiliki peluang yang cukup luas. Kompetensi yang dimiliki tidak hanya berkaitan dengan pendidikan Islam, tetapi juga mencakup manajemen, administrasi, organisasi, dan pengelolaan lembaga.
Lulusan MPI, menurutnya, dapat bekerja di bidang administrasi pendidikan, tata usaha sekolah atau madrasah, pengelolaan lembaga pendidikan, tenaga kependidikan, organisasi pendidikan, lembaga pemerintahan yang berkaitan dengan pendidikan, maupun lembaga sosial dan keagamaan. Kemampuan manajemen yang diperoleh juga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karier di bidang lain yang membutuhkan kemampuan administrasi, organisasi, dan pengelolaan sumber daya.
“Bahkan ada teman saya yang diterima kerja di bank,” tambahnya.
Baginya, hal terpenting adalah lulusan MPI mampu mengenali kompetensi yang dimiliki dan terus mengembangkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa bidang pekerjaan bagi lulusan MPI dapat berkembang mengikuti kemampuan dan minat masing-masing alumni.
Ketika ditanya mengenai hal yang membedakan lulusan MPI dengan lulusan program studi lainnya, Nurfatima melihat adanya perpaduan antara pemahaman tentang pendidikan, manajemen, dan nilai-nilai keislaman. Selama kuliah, mahasiswa MPI mempelajari bagaimana sebuah lembaga pendidikan dikelola, mulai dari administrasi, organisasi, sumber daya manusia, hingga komunikasi dalam lingkungan pendidikan.
Pemahaman tersebut menurutnya sangat membantu ketika memasuki dunia kerja, terutama karena dirinya saat ini bekerja di lingkungan sekolah. Ia tidak hanya memahami pekerjaan dari sisi administrasi, tetapi juga memahami bahwa setiap pekerjaan dalam lembaga pendidikan memiliki tujuan untuk mendukung proses pendidikan.
Selain pengetahuan, pengalaman selama perkuliahan juga melatih dirinya untuk berkomunikasi, bekerja dalam tim, menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan pekerjaan secara profesional.
Sebagai alumni yang baru menyelesaikan pendidikan dan langsung memasuki dunia kerja, Nurfatima turut menyampaikan pesan kepada siswa SMA/MA/sederajat yang sedang menentukan pilihan program studi di perguruan tinggi. Ia mengajak calon mahasiswa untuk tidak takut memilih Prodi Manajemen Pendidikan Islam apabila memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan, manajemen, administrasi, organisasi, dan kepemimpinan.
“Selama kuliah di MPI, kita tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan dan dunia kerja. Kita belajar bagaimana mengelola administrasi, organisasi, lembaga pendidikan, bekerja sama dengan orang lain, serta membangun komunikasi yang baik,” tuturnya.
Bagi Nurfatima secara pribadi, kuliah di Prodi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Sorong menjadi salah satu proses penting yang mempersiapkan dirinya memasuki dunia kerja. Setelah menyelesaikan studi, ia dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam pekerjaannya sebagai Staf Tata Usaha di SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong.
Karena itu, ia berpesan kepada calon mahasiswa agar memilih program studi yang sesuai dengan minat dan tujuan masa depan. Bagi mereka yang memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan dan manajemen, Prodi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Sorong dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
Kisah Nurfatima menjadi bagian dari perjalanan alumni IAIN Sorong yang terus berkembang setelah menyelesaikan pendidikan. Dari ruang-ruang perkuliahan, ilmu yang diperoleh kemudian dibawa ke lingkungan kerja dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan profesi masing-masing.
Perjalanan Nurfatima menunjukkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu dan membangun karier. Semoga langkahnya sebagai alumni MPI IAIN Sorong menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus belajar, percaya pada kemampuan diri, dan berani membuka peluang di berbagai bidang kehidupan.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas