
HUMAS IAIN Sorong – Kisah sukses alumni kembali menjadi bukti nyata kualitas lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong. Salah satunya datang dari Abidzar, alumni Program Studi Hukum Keluarga yang kini mengemban amanah sebagai staf pada Bagian Hukum Pemerintah Daerah Kota Sorong. Perjalanan kariernya menjadi inspirasi bahwa lulusan Hukum Keluarga memiliki peluang yang luas untuk berkiprah di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
Abidzar mengawali kariernya tidak langsung di bidang hukum. Setelah menyelesaikan pendidikan di IAIN Sorong, ia sempat bekerja di beberapa bidang yang berbeda, termasuk bergabung dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) pada divisi pencatatan hak asasi manusia (HAM). Pengalaman tersebut kemudian memperkaya wawasan dan kompetensinya sebelum mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2024 hingga akhirnya dipercaya bertugas di Bagian Hukum Pemerintah Daerah Kota Sorong.
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dijalani di Kejaksaan selama masa kuliah turut menjadi bekal penting dalam memahami dunia kerja yang kini digelutinya.
“Saat kuliah saya melaksanakan PPL di Kejaksaan. Pengalaman itu ternyata masih sangat relevan dengan pekerjaan saya sekarang, sehingga proses beradaptasi menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Abidzar menuturkan bahwa memilih Program Studi Hukum Keluarga merupakan keputusan yang telah direncanakannya sejak awal. Ketertarikannya terhadap dunia hukum, khususnya peraturan perundang-undangan dan isu kewarganegaraan, menjadi alasan utama memilih program studi tersebut. Informasi mengenai Prodi Hukum Keluarga IAIN Sorong juga ia peroleh dari orang tuanya yang kemudian semakin menguatkan pilihannya.
Selama menempuh pendidikan di IAIN Sorong, terdapat sejumlah mata kuliah yang menurutnya memberikan manfaat besar dalam mendukung pekerjaannya saat ini. Salah satunya adalah Legal Drafting, mata kuliah yang membekali mahasiswa dengan kemampuan menyusun berbagai dokumen hukum secara sistematis, mulai dari peraturan perundang-undangan, kontrak, surat kuasa, hingga pendapat hukum.
Menurutnya, materi tersebut sangat relevan dengan tugas yang kini diembannya, seperti menyusun produk hukum daerah, termasuk penyusunan naskah akademik dan rancangan peraturan daerah.
Selain Legal Drafting, mata kuliah Sosiologi Hukum juga menjadi pengalaman akademik yang paling berkesan. Melalui mata kuliah tersebut, ia belajar memahami hukum dari berbagai perspektif sehingga mampu melihat suatu persoalan secara lebih komprehensif.
“Sebagai orang hukum, kita tidak boleh melihat persoalan hanya dari satu sisi. Kita harus mampu memahami berbagai sudut pandang agar dapat memberikan solusi yang tepat,” jelasnya.
Abidzar juga mengapresiasi kualitas dosen-dosen Hukum Keluarga IAIN Sorong yang dinilainya memiliki kompetensi tinggi dan selalu terbuka kepada mahasiswa. Salah satu sosok yang paling berkesan baginya adalah Udin Latif, yang menurutnya selalu memberikan ruang diskusi dan tidak pernah ragu berbagi ilmu kepada mahasiswa.
Berbicara mengenai tantangan di dunia kerja, Abidzar menilai bahwa seorang praktisi hukum harus terus memperkaya pengalaman dan memperdalam teori hukum. Menurutnya, dinamika persoalan hukum selalu berkembang sehingga kemampuan menganalisis berbagai kasus menjadi kompetensi yang harus terus diasah.
Ia menegaskan bahwa lulusan Hukum Keluarga memiliki prospek karier yang jauh lebih luas dibandingkan anggapan sebagian masyarakat yang hanya mengaitkannya dengan Pengadilan Agama atau Kantor Urusan Agama (KUA).
“Sarjana Hukum Keluarga memiliki kedudukan yang setara dengan sarjana hukum lainnya. Peluang kerjanya terbuka di berbagai instansi pemerintahan maupun sektor lainnya, tidak terbatas hanya di Pengadilan Agama atau KUA,” katanya.
Menurut Abidzar, keunggulan lulusan Hukum Keluarga IAIN Sorong terletak pada perpaduan antara pemahaman hukum nasional dengan nilai-nilai hukum Islam. Integrasi tersebut menjadi bekal yang membedakan lulusan IAIN Sorong dari program studi hukum lainnya, karena mampu memahami aspek hukum secara lebih utuh dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kepada siswa SMA maupun MA yang masih mempertimbangkan pilihan program studi, Abidzar mengajak agar tidak ragu memilih Hukum Keluarga IAIN Sorong. Ia menilai belajar hukum bukan sekadar menghafal pasal-pasal, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, dan menyampaikan argumentasi yang didasarkan pada teori serta ketentuan hukum yang benar.
Bagi mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan, ia berpesan agar tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga aktif mencari pengalaman melalui organisasi kemahasiswaan maupun kegiatan praktik lapangan.
“Perbanyak pengalaman, aktif berorganisasi, perdalam teori hukum, dan kuasai Legal Drafting karena sangat penting dalam dunia kerja. Saat menjalani PPL, jangan hanya menjadi pengamat, tetapi manfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar langsung dari para praktisi,” pesannya.
Ketika ditanya apakah akan tetap memilih Program Studi Hukum Keluarga IAIN Sorong jika waktu dapat diputar kembali, Abidzar menjawab dengan penuh keyakinan.
“Tentu saya akan tetap memilih Hukum Keluarga IAIN Sorong, karena dosen-dosennya sangat kompeten, ahli di bidangnya, kredibel, dan selalu membangun suasana belajar yang menyenangkan,” ungkapnya.
Kisah Abidzar menjadi cerminan bahwa lulusan Program Studi Hukum Keluarga IAIN Sorong mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang profesi. Dengan kurikulum yang adaptif, dosen yang kompeten, serta pengalaman praktik yang relevan, Prodi Hukum Keluarga terus melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas