
HUMAS IAIN Sorong – Wakil Rektor II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Muhammad Rusdi Rasyid, menyampaikan materi tentang Etika dan Sopan Santun Ber-KKN dalam kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Materi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjaga sikap, membangun hubungan yang harmonis, serta beradaptasi dengan kehidupan masyarakat selama menjalankan pengabdian.
Dalam pemaparannya, Muhammad Rusdi Rasyid menegaskan bahwa etika selama KKN sangat penting karena mahasiswa merupakan representasi atau wajah kampus di tengah masyarakat. Setiap sikap, perilaku, dan tutur kata mahasiswa akan turut membentuk pandangan masyarakat terhadap IAIN Sorong. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan senantiasa menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan perilaku yang santun, bertanggung jawab, dan menghormati lingkungan tempat mereka mengabdi.
Ia juga mengingatkan bahwa selama KKN, mahasiswa hadir sebagai tamu di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman suku, agama, adat istiadat, dan kepercayaan. Keberagaman tersebut perlu disikapi dengan keterbukaan, toleransi, serta rasa saling menghormati. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan salah satu modal utama dalam mendukung keberhasilan program kerja yang direncanakan mahasiswa.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa akhlak mulia merupakan inti dari pendidikan Islam yang harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu menghadirkan manfaat melalui sikap dan tindakan nyata. Prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, menjadi pengingat agar mahasiswa menjadikan KKN sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dalam materi tersebut, Muhammad Rusdi Rasyid turut menjelaskan etika yang perlu diperhatikan mahasiswa ketika berinteraksi dengan masyarakat dan pemerintah desa atau kelurahan. Salah satunya adalah menjaga tata krama saat datang maupun meninggalkan lokasi KKN. Mahasiswa diharapkan melapor dan meminta izin kepada kepala desa atau lurah sebelum memulai kegiatan, serta berpamitan dengan baik ketika masa pengabdian telah berakhir.
Selain itu, mahasiswa perlu menjaga sikap dan tutur kata dalam setiap interaksi. Keramahan, kesabaran, dan kerendahan hati menjadi hal mendasar yang harus diterapkan. Menyapa warga dengan salam dan senyum, berbicara secara sopan, serta menghindari perkataan yang merendahkan orang lain merupakan bentuk penghormatan yang dapat membantu membangun kedekatan dengan masyarakat. Mahasiswa juga diingatkan agar tidak terlibat dalam perdebatan yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah menghargai adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat. Mahasiswa perlu mempelajari aturan, kebiasaan, serta hal-hal yang dianggap pantang di lingkungan penempatan. Menghormati tempat ibadah, menjaga sikap ketika menghadiri kegiatan adat, dan memenuhi undangan warga dengan sopan merupakan bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui materi ini, mahasiswa KKN IAIN Sorong diharapkan memahami bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Etika dan sopan santun menjadi bekal penting agar kehadiran mahasiswa dapat diterima, dihargai, dan memberikan kesan positif bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.
Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, menghormati keberagaman, serta menjaga nama baik almamater, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan. Dengan demikian, pengabdian yang dilakukan tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas