
HUMAS IAIN Sorong — Fakultas Syariah dan Dakwah IAIN Sorong kembali melepas para mahasiswa yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan akademiknya melalui Yudisium Gelombang II yang digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Aula Lantai 2 Gedung Fakultas Syariah dan Dakwah.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Fakultas Syariah dan Dakwah, Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II, ketua jurusan, koordinator program studi, serta tim Fakultas Syariah dan Dakwah. Momentum yudisium menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa sebelum secara resmi menyandang gelar akademik setelah menyelesaikan seluruh proses pendidikan.
Rangkaian kegiatan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah, Surahman Amin. Selanjutnya, pembacaan Surat Keputusan (SK) kelulusan disampaikan oleh Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Dakwah Hasbiah. Pembacaan lampiran SK dan pemanggilan peserta yudisium dilakukan oleh Ketua Jurusan Syariah, Udin Latif, serta Ketua Jurusan Dakwah yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Koordinator Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Dwi Iin K.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan gelar akademik dan pemberian serta penyematan gelar kepada para peserta yudisium. Sebanyak 39 mahasiswa dinyatakan mengikuti yudisium pada gelombang kedua ini, yang berasal dari empat program studi.
Rinciannya, 17 mahasiswa berasal dari Program Studi Ekonomi Syariah, 9 mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga, 8 mahasiswa dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta 5 mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah, Surahman Amin, menyampaikan rasa bangga atas capaian akademik para peserta yudisium. Menurutnya, capaian tahun ini menunjukkan hasil yang membanggakan, terutama dengan jumlah mahasiswa yang berhasil meraih predikat cumlaude sesuai target yang diharapkan fakultas. Bahkan, terdapat mahasiswa yang berhasil mencatatkan IPK 4,00 sebagai capaian akademik tertinggi.
Namun, Surahman mengingatkan bahwa prestasi akademik tidak serta-merta menjadi jaminan keberhasilan seseorang ketika kembali ke tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan setelah menyelesaikan pendidikan sangat bergantung pada usaha, kerja keras, serta kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama berada di bangku kuliah.
“Prestasi akademik belum tentu menjamin seseorang mencapai hasil yang sama di masyarakat. Itu semua kembali kepada usaha dan kerja keras dalam menjalani kehidupan,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi.

Surahman juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Pengalaman selama berada di kampus, kata dia, harus dijadikan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menghadapi kehidupan yang lebih luas.
Ia mendorong para lulusan untuk menjadi sarjana yang mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat serta menggunakan perkembangan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Jadilah sarjana yang bisa memberikan solusi. Gunakan teknologi dengan baik dan jangan disalahgunakan,” pesannya kepada para peserta yudisium.
Pada kesempatan tersebut, Surahman juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah mempercayakan IAIN Sorong, khususnya Fakultas Syariah dan Dakwah, sebagai tempat untuk menimba ilmu hingga menyelesaikan pendidikan. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan maupun kesalahan dari seluruh unsur fakultas.

Suasana yudisium semakin bermakna ketika perwakilan peserta menyampaikan kesan dan pesan. AIPDA Muhammad Fuad Hasan, salah satu peserta dari Program Studi Hukum Keluarga, menyampaikan bahwa perjalanan selama kuliah tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kebersamaan, dan kematangan dalam membentuk pribadi.
Menurutnya, para dosen telah memberikan banyak pembelajaran yang menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih matang. Ia pun berpesan kepada sesama lulusan agar tidak berhenti belajar setelah menyandang gelar sarjana.
“Jangan berhenti belajar. Ilmu yang didapat selama kuliah nantinya harus bisa menjadi solusi di tengah masyarakat,” pesannya.
Yudisium Gelombang II Fakultas Syariah dan Dakwah tidak hanya menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk membawa ilmu dan pengalaman menuju ruang pengabdian yang lebih luas.
Kini, 39 lulusan membawa gelar dan cerita dari perjalanan mereka di kampus. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mempertahankan prestasi, tetapi membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh mampu hadir dalam bentuk manfaat, keteladanan, dan solusi bagi masyarakat.
Penulis : kar/Humas
Editor : wi/Humas