Sorong, iainsorong.ac.id – Menjelang pergantian tahun 2019 dijadikan sebagai momentum yang sangat berharga oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong untuk menyongsong semangat baru, budaya baru, dan semangat kerja yang baru. Dalam momen ini STAIN Sorong menggelar Studium Generale dengan tema “Peran Mahasiswa Milenial dalam Membendung Degradasi Moral di Era Disrupsi 4.0” pada hari Kamis, 19/12/2019.

Kegiatan yang berlangsung di Aula STAIN Sorong ini panitia penyelenggara menghadirkan K.H. Helmy Aly sebagai keynote speaker, Ketua STAIN Sorong sebagai pembicara 2, dan Wakil Ketua I STAIN Sorong sebagai pembicara 3. Kehadiran K.H. Helmy Aly mampu mengundang animo mahasiswa STAIN Sorong. Terdaftar 300-an mahasiswa dari tiga jurusan yang ada di STAIN Sorong. Hal ini menandakan mahasiswa menyadari perannya sebagai agen of change, yang akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Dr. Hamzah, M.Ag. selaku pembicara yang mendampingi pembicara utama mengutarakan bahwa di era disrupsi 4.0 ini harus bisa dijadikan batu loncatan oleh para mahasiswa, bukan justru mahasiswa tergilas olehnya.

“era disrupsi 4.0 ini dapat dijadikan sebagai batu loncatan mahasiswa, bukan justru menjadi pukulan bagi kita” Ungkapnya.

Pria yang identik dengan rambut yang rapi tersebut menambahkan di era sekarang ini bukan lagi era perindustrian dan agraris selain era di mana orang sudah canggih, semua dengan digital. Orang-orang sudah berbicara makanan siap saji, seperti misalnya KFC.

“era ini adalah era digitalisasi, orang semua sudah canggih, mau makan saja pakai on line. Dan orang sudah bicara makanan seperti KFC, dan sebagainya” tuturnya.

Kemudian hampir senada dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Hamzah, M.Ag. di atas, pembicara 3, Dr. Muhammad Rusdi Rasyid mengutarakan bahwa era ini merupakan era yang menuntut orang untuk berpikir cepat, khususnya para generasi milenial, serta mahasiswa harus mampu menjadi agen of change.

“mahasiswa sebagai generasi milenial harus menjadi agen of change, Harus bisa menciptakan perubahan” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam bagi dosen favorit dari tiga jurusan. Penghargaan ini sebagai bentuk perhatian pimpinan terhadap tenaga pendidik supaya terus berkreasi dan berinovasi dalam proses belajar-mengajar.

 

Penulis: Lalu AruL