Sorong—Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M. Si hadir menjadi pembicara dalam sarasehan dan temu tokoh seri keempat yang digelar di gedung Tarbiyah IAIN Sorong, senin (30/11/2020). Dalam acara yang juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Papua Barat, Kepala Pusat Kerukunan Kemenag RI, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Sorong, Ketua Persekutuan Gereja Papua Barat, Unsur Pimpinan IAIN Sorong, dan peserta daring ini Ia mendorong IAIN Sorong kembali ke misi utama yaitu mengintegrasikan antara keilmuan agama dan sains.

 

“ Ya, IAIN Sorong harus kembali ke misi utama untuk melakukan integrasi keilmuan antara agama dan sains sehingga lulusannya tidak hanya memiliki disiplin ilmu agama tapi juga memiliki pemahaman ilmu umum secara integratif. Ini juga dalam rangka misi kedepannya menjadi UIN betul-betul bisa terjadi.” Katanya.

Namun politisi senior ini juga menyampaikan beberapa catatan untuk IAIN agar pengembangan kawasan papua dapat terwujud secara utuh. Diantaranya kampus ini diharapkan menjadi lahan subur menyemai nilai-nilai humanisme yang universal, yang memanusiakan manusia dan mengangkat derajat kemanusiaan. Juga,  kampus IAIN harus dijadikan sebagai taman yang bersemi dan berkembangnya nilai nasionalisme.

”inilah pentingnya kampus ini harus menjadi laboratorium kerukunan beragama, tempat dimana bisa mendesiminasikan kerukunan pada semuanya. Kampus harus menjadi wasilah yang bisa mempertemukan nilai-nilai ukhuwah islamiyah, ukhuwayah wathaniah, dan ukhuwah basyariah.” Bebernya.

Pernyataan ini sejalan dengan sambutan rektor IAIN Sorong saat membuka sarasehan bahwa akan ada program studi khusus yang membahas kerukunan sebagai kontribusi iain yang betul-betul bisa dirasakan lintas agama di papua barat. rektor juga menambahkan, iain sorong dan kawasan papua adalah satu paket yang perlu dilihat secara serius.

“apalagi dengan hadirnya Instruksi Presiden tahun 2020 tentang  percepatan kesejahteraan Papua Dan Papua Barat. Saya kira hasil rangkaian sarasehan ini nanti akan menjadi masukan dan untuk mendukung program Kita Cinta Papua dari Kementerian Agama.” Tambahnya.

Wakil menteri melanjutkan orasinya dengan menyinggung mengenai adanya kecenderungan kampus islam mengalami kekeringan spiritual. Maka  IAIN Sorong juga harus lebih meninggikan kualitas spiritualisme, sebagai pemandu kehidupan dan landasan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dan sebagai landasan akhlak dan etika. Terakhir, Ia menyebut Kementerian Agama sangat berkepentingan untuk mengembangkan dan mengkampanyekan islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamiin.

“Bukan agamanya yang dimoderatkan, tapi perilaku manusianya yang memahami ajaran agama itulah yang dimoderatkan.” Tandasnya.